Logo BADKO HMI

Festival Literasi Polewali: Ketika Ruang Baca Menjadi Ruang Kolaborasi

Iming | Bidang Pendidikan Dan Riset
0 Dibaca
Festival Literasi Polewali: Ketika Ruang Baca Menjadi Ruang Kolaborasi
hmisulbar.id, Polewali Mandar — Festival Literasi Polewali yang digelar Dinas Perpustakaan Daerah Polewali Mandar menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai kelompok yang bergerak di bidang literasi. Kegiatan tersebut diikuti puluhan tenan yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi daerah, hingga komunitas literasi yang selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Salah satu yang turut meramaikan festival tersebut adalah Forum Komunitas Literasi (FKL) Polman. Stand komunitas literasi tersebut diisi oleh sejumlah komunitas literasi yang tergabung dalam FKL Polman, dengan Relima Polman sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya. Mengusung tema “Ruang Kolaborasi, Aksi, dan Inspirasi Literasi”, FKL Polman menghadirkan berbagai kegiatan yang terbuka bagi masyarakat. Di antaranya lapak baca gratis, diskusi buku, bazar buku murah, ruang kreasi, baca nyaring, lomba Rangking 1 Bahasa Mandar, hingga panggung bebas ekspresi. Beragam kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berdiskusi, berkarya, serta mengekspresikan gagasan. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur kepemudaan. Salah satunya Iming, salah satu pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat, yang turut terlibat dalam kegiatan literasi bersama komunitas yang tergabung dalam FKL Polman. Keterlibatan Iming menjadi bagian dari kolaborasi antara komunitas literasi dan organisasi kepemudaan dalam mendorong penguatan budaya membaca, diskusi, kreativitas, dan pengembangan kapasitas generasi muda di Polewali Mandar. Melalui kegiatan tersebut, ruang literasi tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pertukaran gagasan antara komunitas dan masyarakat. Dorong Gerakan Literasi Berkelanjutan Festival Literasi Polewali juga dihadiri sejumlah pemangku kebijakan, di antaranya Kepala Bagian Perpustakaan Nasional, Bupati Polewali Mandar, serta Kepala Dinas Perpustakaan Daerah. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam pengembangan literasi di daerah. Gerakan literasi dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah memiliki kebijakan, fasilitas, serta jaringan kelembagaan, sementara komunitas memiliki pengalaman lapangan, kreativitas, dan kedekatan dengan masyarakat. Kolaborasi keduanya diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus menghadirkan kegiatan literasi di berbagai ruang, seperti sekolah, desa, ruang publik, wilayah pesisir, dan kampung-kampung. Festival Literasi Polewali diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keberlanjutan program setelah festival menjadi salah satu hal penting dalam membangun ekosistem literasi di Polewali Mandar. Komunitas literasi juga diharapkan dapat terus memperkuat jejaring dan memperluas kegiatan di tengah masyarakat. Sementara pemerintah diharapkan terus membuka ruang kolaborasi serta memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif literasi yang tumbuh dari masyarakat. Dengan demikian, festival dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi yang lebih luas dan berkelanjutan di Polewali Mandar. Literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, membaca persoalan lingkungan dan sosial, mengenali budaya sendiri, serta berpikir kritis dalam menghadapi perubahan zaman. Dari ruang kolaborasi, lahir aksi. Dari aksi, tumbuh inspirasi, dan dari inspirasi diharapkan lahir gerakan literasi yang terus hidup di tengah masyarakat Polewali Mandar.
Bagikan Berita Ini:
Chat WhatsApp