Logo BADKO HMI

Sejarah HMI BADKO Sulawesi Barat

Jejak langkah perjalanan dan perkembangan Pengurus BADKO HMI Sulawesi Barat dari masa ke masa dalam melebarkan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

2024
Menapaki Jalan Panjang Menuju Masyarakat Cita

2024 - Menapaki Jalan Panjang Menuju Masyarakat Cita

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat merupakan bagian dari perjalanan panjang Himpunan Mahasiswa Islam dalam menjalankan misi keumatan, kebangsaan, perkaderan, dan perjuangan intelektual. Kehadiran BADKO HMI Sulawesi Barat tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kader dan cabang-cabang HMI yang telah tumbuh serta berproses di wilayah Sulawesi Barat.

Sebelum terbentuk sebagai BADKO tersendiri, koordinasi kelembagaan HMI di wilayah Sulawesi Barat berada dalam struktur BADKO HMI Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar). Dalam perjalanan organisasi, struktur tersebut menjadi ruang koordinasi bagi berbagai cabang HMI di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Pada periode 2021–2023, misalnya, BADKO HMI Sulselbar dipimpin oleh Andi Ikram Rifqi.

Seiring berkembangnya jumlah cabang, kader, serta dinamika organisasi HMI di Sulawesi Barat, muncul kebutuhan untuk menghadirkan struktur koordinasi yang lebih dekat dengan kondisi dan kebutuhan kader di daerah. Gagasan pemisahan wilayah koordinasi tersebut kemudian memperoleh momentum dalam proses restrukturisasi teritorial HMI.

Pada Musyawarah Daerah BADKO HMI Sulselbar VII tahun 2024, gagasan pemisahan BADKO HMI Sulawesi Selatan dan BADKO HMI Sulawesi Barat semakin menguat. Pada saat itu, Ketua Umum BADKO HMI Sulselbar menyampaikan bahwa perkembangan jumlah cabang dan kebutuhan penguatan organisasi menjadi salah satu pertimbangan penting untuk melakukan pemisahan struktur koordinasi tersebut.

Lahirnya BADKO HMI Sulawesi Barat

Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam sejarah organisasi HMI di Sulawesi Barat. Setelah melalui proses organisasi dan restrukturisasi wilayah, BADKO HMI Sulawesi Barat resmi terbentuk sebagai struktur koordinasi tersendiri. Pembentukan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas perkaderan, serta memberikan pelayanan organisasi yang lebih efektif bagi cabang-cabang HMI di wilayah Sulawesi Barat.

Pada 28 Desember 2024, Muh. Ridwan selaku Formatur Ketua Umum BADKO HMI Sulawesi Barat menegaskan bahwa penggunaan nomenklatur BADKO HMI Sulselbar tidak lagi relevan setelah terbentuknya BADKO HMI Sulawesi Barat. Pemisahan tersebut dipandang sebagai bagian dari restrukturisasi wilayah teritorial HMI sekaligus langkah historis untuk memperkuat organisasi di Sulawesi Barat.

Muhammad Ridwan kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum pertama BADKO HMI Sulawesi Barat. Kepemimpinan tersebut menjadi fase awal bagi BADKO HMI Sulbar untuk membangun fondasi organisasi, memperkuat komunikasi antarcabang, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menghadirkan HMI sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam pembangunan Sulawesi Barat.

Pelantikan Perdana

Setelah terbentuk secara organisatoris, BADKO HMI Sulawesi Barat memasuki fase penting dengan dilaksanakannya pelantikan pengurus periode 2024–2026 pada 11 Juni 2025 di Ballroom Grand Maleo Hotel & Convention, Mamuju.

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, KAHMI, pengurus cabang HMI se-Sulawesi Barat, serta berbagai elemen organisasi lainnya. Dalam momentum tersebut, Muhammad Ridwan resmi dilantik sebagai Ketua Umum BADKO HMI Sulawesi Barat periode 2024–2026, sementara Hijrana dipercaya memimpin KOHATI BADKO Sulbar.

Pelantikan perdana tersebut menjadi simbol penting bahwa BADKO HMI Sulawesi Barat telah memasuki babak baru dalam sejarahnya. Kehadiran BADKO bukan sekadar perubahan struktur organisasi, tetapi merupakan ikhtiar untuk menghadirkan pusat koordinasi yang mampu menghubungkan cabang-cabang HMI, memperkuat sistem perkaderan, serta memperluas kontribusi kader HMI bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Konsolidasi dan Rakerda Pertama

Sebagai langkah awal membangun fondasi organisasi, BADKO HMI Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Muhammad Ridwan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama pada 20–22 Juni 2025 di Kabupaten Mamasa.

Rakerda tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan arah gerakan dan program kerja BADKO HMI Sulawesi Barat periode 2024–2026. Salah satu perhatian utama yang dihasilkan adalah penguatan sistem kaderisasi, termasuk agenda Advance Training atau Latihan Kader III sebagai jenjang tertinggi dalam proses perkaderan HMI.

Bagi kepengurusan Muhammad Ridwan, Rakerda bukan hanya forum administratif, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi dan membangun peta jalan organisasi. Hasil Rakerda kemudian diarahkan menjadi pedoman bagi setiap bidang dalam menjalankan program kerja dan memperkuat konsolidasi organisasi.

HMI sebagai Mitra Kritis dan Strategis

Sejak awal kepemimpinannya, Muhammad Ridwan menempatkan BADKO HMI Sulawesi Barat sebagai bagian dari masyarakat sipil yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal pembangunan daerah.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Barat pada Mei 2025, Muhammad Ridwan menyampaikan komitmen HMI untuk menjadi bagian dari creative minority dalam masyarakat sipil serta mengambil posisi sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah.

Orientasi tersebut menunjukkan bahwa BADKO HMI Sulawesi Barat tidak hanya diarahkan pada penguatan internal organisasi, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, pembangunan daerah, pendidikan, kebangsaan, demokrasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Memperkuat Tradisi Intelektual dan Perkaderan

Salah satu identitas utama BADKO HMI Sulawesi Barat adalah komitmennya terhadap perkaderan. HMI sejak awal dikenal sebagai organisasi mahasiswa yang menempatkan pembentukan kualitas insan sebagai bagian penting dari perjuangannya.

Dalam perjalanan awalnya, BADKO HMI Sulawesi Barat terus berupaya membangun tradisi intelektual melalui diskusi, kajian, pelatihan, perkaderan formal maupun informal, serta keterlibatan kader dalam berbagai persoalan masyarakat.

Perjalanan tersebut kemudian mencapai salah satu momentum penting ketika BADKO HMI Sulawesi Barat menjadi tuan rumah Advance Training (Latihan Kader III) pada Desember 2025. Kegiatan tersebut mempertemukan kader HMI dari berbagai daerah dan menjadi catatan penting dalam sejarah awal BADKO HMI Sulbar karena menunjukkan bahwa kader di Sulawesi Barat mulai mampu menjadi tuan rumah kegiatan perkaderan tingkat nasional.

Menatap Masa Depan

BADKO HMI Sulawesi Barat lahir dari kebutuhan sejarah dan perkembangan organisasi. Dari struktur yang sebelumnya berada dalam koordinasi BADKO HMI Sulselbar, kemudian berkembang menjadi BADKO tersendiri, organisasi ini membawa amanah besar untuk membangun kualitas kader dan memperkuat kontribusi HMI di Sulawesi Barat.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Ridwan periode 2024–2026, BADKO HMI Sulawesi Barat diarahkan untuk menjadi ruang konsolidasi cabang, pusat penguatan perkaderan, serta kekuatan intelektual yang mampu memberikan gagasan dan kritik konstruktif terhadap berbagai persoalan daerah.

Sejarah BADKO HMI Sulawesi Barat pada akhirnya bukan hanya tentang berdirinya sebuah struktur organisasi, tetapi tentang perjalanan kader-kader HMI dalam mengisi ruang-ruang perubahan. Ia merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, diridai Allah SWT, sekaligus membangun Sulawesi Barat yang lebih maju, berkeadaban, dan berdaya saing.

Dengan semangat keislaman, keindonesiaan, keintelektualan, dan independensi, BADKO HMI Sulawesi Barat akan terus menapaki jalan perjuangan untuk melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu menjadi pemimpin dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.

BADKO HMI Sulawesi Barat — Menjaga Tradisi, Menguatkan Kaderisasi, Mengawal Perubahan.
Chat WhatsApp